Dua Pria Asal California Didakwa Berencana Meledakkan Kantor Facebook Dan Twitter

  • Whatsapp
Dua pria asal California, Amerika Serikat telah didakwa dengan tuduhan berencana meledakkan kantor gubernur California setelah pemilihan presiden AS 2020, serta kantor Facebook dan Twitter.
banner 300x250

Havana88 –  Dua pria asal California, Amerika Serikat telah didakwa dengan tuduhan berencana meledakkan kantor gubernur California setelah pemilihan presiden AS 2020, serta kantor Facebook dan Twitter.

Keduanya adalah anggota milisi anti-pemerintah yang disebut Three Percenters yang mendukung mantan Presiden Donald Trump. Keduanya didakwa dengan konspirasi dan kepemilikan senjata api dan bahan peledak secara ilegal.

Read More

Orang pertama yang ditangkap bernama Ian Benjamin Rogers. Dia ditangkap pada 15 Januari, hanya beberapa hari setelah berdiskusi dengan rekan-rekannya melalui pesan teks tentang rencana pengeboman.

FBI kemudian menggeledah kediaman dan tempat bisnis Rogers dan menemukan hampir 50 senjata api, beberapa di antaranya ilegal, dan lima bom pipa. Rekannya, Jarrod Copeland, ditangkap pada 15 Juli.

Dalam percakapan di platform pesan terenkripsi, kedua terdakwa percaya bahwa Trump memenangkan pemilihan presiden dan siap berperang untuk mempertahankan posisinya.

Saat berencana meledakkan kantor Gubernur California, keduanya juga membahas rencana meledakkan kantor Facebook dan Twitter. Menurut FBI, motif keduanya adalah balas dendam karena Trump dilarang oleh dua platform media sosial.

“Kita bisa dengan mudah menyerang Twitter dan Demokrat sekarang dan membakar barang-barang mereka,” tulis Rogers dalam pesannya, seperti dikutip The Verge, Rabu (21/7/2021).

Selain itu, dalam pesan berikutnya juga tertulis rencana mereka untuk menyerang kantor ‘burung’ dan ‘wajah’ setelah kantor Gubernur California.

Kantor ‘burung’ dan ‘wajah’ di sini tentu saja merupakan kode untuk Twitter dan Facebook, karena Twitter memiliki logo burung dan kedua perusahaan tersebut telah melarang Trump setelah kerusuhan di US Capitol.

Rogers dan Copeland menghadapi tuduhan konspirasi untuk menghancurkan bangunan bekas atau mempengaruhi perdagangan antar negara bagian dengan api atau ledakan. Rogers juga menghadapi tuduhan kepemilikan senjata api dan bahan peledak secara ilegal, dan Copeland didakwa merusak barang bukti.

“Meledakkan lawan politik adalah ilegal dan tidak mendorong jenis perdebatan yang menciptakan dan mendukung demokrasi konstitusional kita,” kata jaksa Stephanie Hinds dalam sebuah pernyataan.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250