DPR soal Kepercayaan Publik ke KPK Turun: Buktikan dengan Kinerja

  • Whatsapp
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK fokus menangkap koruptor ketimbang berkutat pada hasil survei.
banner 300x250

Havana88- Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK fokus menangkap koruptor ketimbang berkutat pada hasil survei.

Hal tersebut disampaikannya terkait hasil survei yang dikeluarkan oleh Indikator Politik Indonesia yang menyebutkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap KPK mengalami penurunan.

Read More

“Menurut saya KPK tidak perlu terlalu terbawa persepsi publik yang memecah konsentrasi. Fokus saja pemberantasan korupsi. Toh KPK bukan lembaga politik, jadi tidak perlu terpengaruh. buktikan dengan performa, karena itu tujuan utama,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (27/9/2021).

Politisi NasDem ini menilai KPK sudah bekerja dengan baik, terlihat sejumlah pelaku korupsi telah ditangkap. Bahkan pada semester I tahun 2021, KPK berhasil mengembalikan uang negara sebesar Rp. 171,99 miliar.

“Pencapaian ini tentu berbeda dengan kekhawatiran beberapa kalangan yang mengatakan KPK sekarang berkinerja buruk. Padahal, jika melihat data yang ada, KPK kini semakin kuat,” klaim Sahroni.

Menurutnya, dalam iklim demokrasi seperti ini, wajar jika masyarakat memiliki ketidakpercayaan terhadap KPK, apalagi dalam situasi saat ini yang menimbulkan pro dan kontra.

“Namun, ini dianggap sebagai pemicu KPK untuk bekerja lebih baik lagi, dan menjadikan peningkatan kinerja ke depan sebagai fokus utama, karena banyak harapan publik yang ditaruh di belakang KPK,” kata Sahroni.

Survei Indikator

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, berdasarkan survei yang dilakukan pihaknya, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) semakin menurun.

Ia mengatakan, kini posisinya berada di urutan keempat, setelah TNI, Presiden, dan Polri.

“Biasanya kalau KPK bukan nomor 2, nomor 1 mungkin hanya kalah dari TNI biasa. Tapi sekarang turun ke nomor 4 dilihat dari tingkat kepercayaannya,” kata Burhanuddin, Minggu (26/9/2021). .

Posisi KPK kini berada di atas Kejaksaan, MPR, DPD, DPR dan partai politik.

“Saya tidak heran kalau DPR dan parpol yang kepercayaannya paling rendah, tidak dipromosikan dari awal. Tapi kalau Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun, saya kira itu berita baru, meski bagi masyarakat sipil itu sudah biasa. tidak mengejutkan,” lanjutnya.

Khusus untuk TNI dan Polri, mayoritas masyarakat menganggap kompak. Peringkat tersebut mencapai 83,3 persen. Sedangkan orang yang merasa kurang kompak adalah 7,9 persen, tidak sama sekali 0,6 persen dan orang tidak tahu atau tidak menjawab 8,2 persen.

“Secara umum Polri dan TNI menganggap kompak,” jelas Burhanuddin.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250