Demo yang Berujung Rusuh di Yunani Atas Penolakan Kekerasan

  • Whatsapp
Ilustrasi kerusuhan saat demonstrasi di Yunani
banner 300x250

Havana88detik – Aksi demo menolak kekerasan polisi di Yunani berujung bentrokan antara demonstran dan polisi.

Dilansir Reuters, Rabu (10/3), aksi unjuk rasa digelar di kawasan Nea Smyrni di pinggiran ibu kota Athena. Pengunjuk rasa yang berjumlah sekitar 5.000 orang menuntut keadilan setelah salah satu warga di kawasan itu disiksa polisi akhir pekan lalu.

Read More

Bentrokan terjadi ketika polisi anti huru hara menembakkan gas air mata untuk membubarkan sekelompok demonstran yang dianggap provokator. Mereka berargumen bahwa kelompok tersebut menyerang polisi dengan bom molotov dan membakar tong sampah.

Bentrokan itu berlangsung hingga larut malam. Rekaman di stasiun televisi lokal menunjukkan seorang polisi tergeletak di jalan diduga terluka dalam bentrokan dengan kerumunan.

Petugas polisi yang tidak dikenal itu kemudian dilarikan ke rumah sakit.

Kerusuhan tersebut dipicu oleh beredarnya video yang memperlihatkan seorang polisi sedang memukuli warga.

Polisi setempat saat ini sedang menyelidiki dugaan kekerasan terhadap warga. Namun, mereka berdalih polisi dikirim setelah menerima laporan pelanggaran protokol kesehatan di tengah penerapan lockdown akibat pandemi virus corona.

Kelompok oposisi mengutuk kekerasan polisi yang terlihat dalam video tersebut.

Lembaga Ombudsman Yunani mengatakan pihaknya juga sedang menyelidiki insiden tersebut. Di sisi lain, mereka mengatakan jumlah laporan kekerasan polisi yang diterima dalam beberapa pekan terakhir meningkat.

Masyarakat dikabarkan semakin dibuat frustasi dengan pembatasan perjalanan yang menghambat aktivitas ekonomi akibat penerapan lockdown.

Dalam pidatonya yang disiarkan di stasiun televisi lokal, Perdana Menteri Yunani, Kyriakos Mitsotakis, mendesak diakhirinya kerusuhan.

“Saya meminta anak muda untuk terus bekerja dan tidak memanjakan. Kemarahan tidak akan menyelesaikan masalah,” kata Mitsotakis.

Demonstrasi di Yunani kerap berakhir dengan kekacauan. Kondisi ini terjadi di tengah situasi krisis ekonomi dan sosial di Tanah Air.

Sejumlah organisasi pemantau hak asasi manusia juga memprotes sikap represif aparat keamanan terhadap pengunjuk rasa.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250