Bos Cabul di Jakarta Utara Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap dua Karyawati

  • Whatsapp
Ilustrasi
banner 300x250

Havana88detik – Bos sebuah perusahaan di Jakarta Utara yang berinisial JH ini disebut-sebut menggunakan kepolosan dua karyawan perempuan dan situasi sepi itu untuk melakukan pelecehan seksual.

“Ia memanfaatkan situasi sepi tersebut, karena pegawai tersebut menganggapnya sebagai wajah yang polos. Akhirnya ia memanfaatkan keluguan para korban tersebut,” Wakil Kapolsek Metro Jakarta Utara AKBP Nasriadi, saat dihubungi, Rabu (3/3). ).

Read More

Selain itu, kata dia, JH juga sengaja memasukkan senjata tajam (sajam) berupa keris agar kelancaran aksinya.

“Dia (tersangka) menunjukkan sajam yang disimpan di pinggangnya. Akhirnya korban tidak berani melawan,” kata Nasriadi.

Dari hasil tes urine, lanjutnya, tersangka dinyatakan negatif narkoba. Terkait kondisi psikologis atau psikis korban, Nasriadi mengatakan kondisinya baik.

“Kami masih menyelidiki kejiwaannya, tapi sejauh ini dia orang normal. Apakah dia psikopat seks atau apa yang masih kami eksplorasi,” ujarnya.

Mengaku sebagai Dukun

Hasil pemeriksaan polisi juga mengungkapkan bahwa tersangka mengaku sebagai dukun. “Pelaku juga mengaku sebagai tatung atau dukun etnis Tionghoa,” kata Nasriadi.

Berdasarkan pemeriksaan, ditemukan dua korban lainnya dari tersangka JH. Sehingga total ada empat korban.

Namun, menurut Nasriadi, kedua korban berinisial AA dan BB itu enggan melaporkan aksi tersebut. Alhasil, keduanya hanya diperiksa sebagai saksi.

“Dengan alasan sudah berkeluarga dan tinggal di Bali, menurut pengakuan pelaku bahwa AA ditelanjangi dan BB dipijat pada payudaranya dan semuanya dilakukan dalam ritualnya sebagai tatung,” ujarnya.

Di sisi lain, Nasriadi mengatakan, tersangka JH kini sudah masuk Islam dan memeluk Islam. Hal ini terjadi karena saat berada di sel tahanan, JH mendengar adzan dan hatinya tergerak.

“Kemudian sejak hari ini dia masuk Islam di sel tahanan polisi. Dia belajar Islam agar tidak tenggelam dalam kejahatan duniawi,” kata Nasriadi lagi.

Sebelumnya, seorang bos perusahaan di Jakarta Utara berinisial JH ditetapkan sebagai tersangka pelecehan seksual terhadap dua karyawannya.

Kedua korban, DF dan EF, tidak berani melaporkan perbuatan bosnya selama bekerja di perusahaan. Namun, mereka akhirnya memutuskan untuk keluar dari perusahaan dan melapor ke polisi.

Modus operandi yang digunakan tersangka terhadap korban adalah tersangka mengaku sebagai peramal, orang pintar, yang bisa meramal nasib dan rejeki seseorang, ”kata Nasriadi, Selasa (2/3).

JH sendiri saat ini ditahan. Atas perbuatannya, JH dijerat pasal 289 KUHP tentang perbuatan asusila dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250