BIN Minta Masyarakat Tak Mudah Percaya Kabar Kebocoran Data

  • Whatsapp
Badan Intelijen Negara (BIN) meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan kabar bocornya data milik pemerintah. Ini menyusul informasi tentang penyusupan sistem 10 kementerian/lembaga oleh hacker atau hacker China, Mustang Panda.
banner 300x250

Havana88- Badan Intelijen Negara (BIN) meminta masyarakat tidak mudah percaya dengan kabar bocornya data milik pemerintah. Ini menyusul informasi tentang penyusupan sistem 10 kementerian/lembaga oleh hacker atau hacker China, Mustang Panda.

“Masyarakat diharapkan tidak mudah percaya dengan informasi yang berkembang dan terus melakukan check, recheck, dan cross check informasi yang ada di masyarakat. Hal ini perlu dilakukan mengingat sebelumnya juga ada isu hoaks mengenai kebocoran data eHAC, ” kata Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto.

Read More

Wawan sendiri membantah bahwa sistemnya telah disusupi oleh kelompok peretas China, Mustang Panda. Dikatakannya, saat ini sistem BIN sudah terkendali.

“BIN saat ini terus mendalami dan berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan terkait kebenaran informasi peretasan server BIN dan K/L lainnya. Namun, hingga saat ini server BIN masih dalam kondisi aman dan terkendali serta tidak terjadi peretasan, sebagaimana adanya. rumor yang beredar bahwa server BIN diretas oleh hacker asal China,” kata Wawan.

Wawan mengatakan pihaknya selalu melakukan pengecekan secara berkala terhadap sistem yang sedang berjalan, termasuk server. Hal ini untuk memastikan bahwa server tetap berfungsi dengan baik.

“Serangan siber terhadap BIN merupakan hal yang wajar, mengingat BIN terus bekerja untuk menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menjaga kepentingan nasional bangsa Indonesia,” ujarnya.

Menjalin kerjasama

Menurut Wawan, BIN bekerja sama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Kominfo dan instansi pemerintah lainnya untuk memastikan jaringan BIN aman dan bebas dari peretasan.

Seperti diberitakan sebelumnya, The Record, berdasarkan laporan dari Insikt Group, divisi penelitian ancaman cyber Recorded Future, menyatakan bahwa kelompok peretas Mustang Panda adalah kelompok peretas dengan aksi spionase dunia maya di Asia Tenggara.

Insikt menemukan bahwa pada April 2021, ada malware PlugX dari Mustang Panda di dalam jaringan pemerintah Indonesia.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250