BEI Membuka Perdagangan Saham, Mengintip Pergerakan 4 Bank Mini

  • Whatsapp
Pekerja melintas di dekat layar digital pergerakan saham di Gedung BEI, Jakarta, Rabu
banner 300x250

Havana88detik – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham empat emiten mini bank mulai Jumat (5/3/2021).

Keempat saham tersebut antara lain PT Bank Capital Indonesia Tbk (BACA), PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS), PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS), dan PT Bank QNB Indonesia Tbk (BKSW). Lalu bagaimanakah pergerakan saham setelah kunci perdagangan saham dibuka?

Read More

Mengutip data RTI, saham BACA turun 6,59 persen menjadi Rp 780 per saham. Saham BACA dibuka naik lima poin menjadi Rp 840 per saham. Saham BACA berada di level tertinggi Rp 840 dan terendah Rp 780 per saham. Total frekuensi perdagangan saham adalah 13.386 kali dengan nilai transaksi Rp. 86,2 miliar.

Sedangkan saham BMAS melesat 25 persen menjadi Rp 1.225 per saham. Saham BMAS dibuka 100 poin menjadi Rp 1.080 per saham. Saham BMAS berada di level tertinggi 1.225 dan terendah 1.080 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sebanyak 373 kali dengan nilai transaksi Rp 2,1 miliar.

Saham AGRS ditutup naik 16,67 persen menjadi Rp 805 per saham. Saham AGRS dibuka 35 poin menjadi Rp 725 per saham. Saham AGRS berada di level tertinggi Rp 860 dan terendah Rp 690 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sebanyak 7.998 kali dengan nilai transaksi Rp 20,2 miliar.

BEI juga mengumumkan penghentian sementara atau penghentian sementara perdagangan saham AGRS di pasar reguler dan pasar tunai mulai dari sesi pertama 8 Maret 2021 hingga pengumuman bursa lebih lanjut. Saham ditangguhkan di pasar reguler dan pasar tunai.

“Bursa menghimbau pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan Perseroan,” dikutip dari keterbukaan informasi di BEI.

Saham BKSW melonjak 21,37 persen menjadi Rp 318 per saham. Saham BKSW dibuka 18 poin menjadi Rp 280 per saham. Saham BKSW berada di level tertinggi Rp 324 dan terendah Rp 270 per saham. Total frekuensi perdagangan saham sebanyak 30.137 kali dengan nilai transaksi Rp 118,2 miliar.

Penutupan IHSG pada 5 Maret 2021

Sebelumnya, IHSG turun 0,51 persen atau 32,04 poin menjadi 6.258,75. Indeks saham LQ45 turun 0,75 persen ke posisi 941,36. Sebagian besar indeks saham acuan berada di bawah tekanan. Sebanyak 306 saham turun sehingga memberi tekanan pada IHSG. 187 saham menguat dan 133 saham tetap di tempatnya.

Pada Jumat pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.307,68 dan level terendah 6.245,30. Total frekuensi perdagangan saham adalah 1.388.503 kali dengan volume perdagangan 30,2 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham adalah Rp 16,6 triliun. Investor asing menjual saham senilai Rp 190,32 miliar di pasar reguler. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada pada kisaran 14.341.

Sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor keuangan yang naik 0,32 persen. Sektor pertambangan turun 2,78 persen, memimpin penurunan. Disusul saham sektor infrastruktur yang merosot 1,37 persen dan saham sektor industri dasar menyusut 1,12 persen.

Saham yang naik tajam atau top gainers antara lain saham INDX yang melonjak 34,62 persen, saham MRAT yang melonjak 34,50 persen, saham VINS naik 34,40 persen, saham VICO naik 34,19 persen, dan saham DADA yang melonjak 33,33 persen.

Top loser termasuk saham PLAN yang menyusut 10 persen, saham DWGL tergelincir 7 persen, saham MFIN turun 6,99 persen, saham BYAN turun 6,98 persen, dan saham NZIA tergelincir 6,98 persen.

Adapun, saham yang dibeli investor asing antara lain saham BBCA senilai Rp 109,8 miliar, saham INKP Rp 42,6 miliar, saham TKIM Rp 24,6 miliar, saham BBTN Rp 20 miliar, dan saham ACES Rp 19 miliar., 5 miliar.

Sedangkan saham yang dijual investor asing antara lain saham ICBP Rp 62,4 miliar, saham UNTR Rp 51,5 miliar, saham BMRI Rp 45,5 miliar, saham CPIN Rp 36,5 miliar, dan saham ASII Rp. Rp 35,6 miliar.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250