Azis Syamsuddin Mengundurkan Diri Sebagai Wakil Ketua DPR RI

  • Whatsapp
Azis Syamsuddin telah mengajukan pengunduran diri kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI. Hal ini terkait dengan status tersangka Azis di KPK.
banner 300x250

Havana88- Azis Syamsuddin telah mengajukan pengunduran diri kepada Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dari jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI. Hal ini terkait dengan status tersangka Azis di KPK.

“Partai Golkar dengan ini menginformasikan bahwa Saudara Azis Syamsuddin telah mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024,” kata Ketua DPP Partai Golkar Adies Kadir saat konferensi pers, Sabtu (25/9/2021). ).

Read More

Golkar akan mengambil langkah sesuai dengan Pasal 87 ayat (1) dan ayat (2) UU MD3 tentang pengunduran diri pimpinan DPR. Adies mengatakan Golkar akan segera memproses untuk mencari pengganti Azis dalam waktu dekat.

Mengenai penggantinya, Partai Golkar akan memprosesnya dalam waktu dekat, katanya.

Kabarnya Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi. Azis mengenakan rompi oranye saat Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Sabtu (25/9/2021). Tangan Azis diborgol.

Sebelumnya, KPK secara paksa menangkap Azis yang mangkir dari panggilan pemeriksaan sebagai tersangka. Azis ditahan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyelidikan. Wakil Ketua DPR periode 2019-2024 itu terjerat kasus dugaan memberi atau menjanjikan dalam penanganan kasus korupsi yang ditangani KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

Kronologi Pertunangan Azis

Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan kronologi kasus dan keterlibatan Azis dalam dugaan korupsi tersebut. Sekitar Agustus 2020, Azis menghubungi penyidik ​​KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP). Azis meminta Robin untuk “mengurus” kasus yang menyeret namanya dan Aliza Gunado (AG). Kasus ini sedang diselidiki KPK.

Robin Pattuju menghubungi Maskur Husain (MH) untuk membantu mengawal dan menangani kasus yang menyeret nama Azis tersebut. Maskur meminta Azis dan Aliza Gunado masing-masing menyiapkan Rp 2 miliar.

“SRP juga menyampaikan langsung kepada AZ mengenai permintaan jumlah uang yang bersangkutan dan kemudian disetujui oleh AZ,” kata Firli.

Maskur diduga meminta uang muka kepada Azis. Nilainya Rp 300 juta. Uang dari Azis diberikan melalui transfer ke rekening milik Maskur. Robin pun menyerahkan nomor rekening bank tersebut kepada Azis.

“Sebagai bentuk komitmen dan tanda penyelesaian, AZ menggunakan rekening atas nama pribadinya. Diduga mentransfer Rp200 juta ke rekening MH secara bertahap.

Firli melanjutkan, masih pada Agustus 2020, Robin diduga datang menemui Azis di rumah dinasnya untuk mengembalikan uang tersebut. Dilakukan secara bertahap oleh Azis. Nilainya adalah USD 100.000, 17.600 dolar Singapura dan 140.500 dolar Singapura.

Uang dalam mata uang asing tersebut kemudian ditukarkan oleh Robin dan Maskur ke sebuah money changer. Mereka menggunakan identitas orang lain.

“Sebagai komitmen awal pemberian uang dari AZ kepada SRP dan MH sebesar Rp 4 miliar, baru terealisasi Rp 3,1 miliar.”

banner 300x250

Related posts

banner 300x250