Amnesty International Indonesia: Harus Ada Langkah Konkret Tuntaskan Kasus Munir

  • Whatsapp
Wakil Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena, menyatakan pihaknya menyambut baik dan mendukung usulan penetapan 7 September sebagai Hari Pembela HAM Nasional.
banner 300x250

Havana88-Wakil Direktur Amnesty International Indonesia, Wirya Adiwena, menyatakan pihaknya menyambut baik dan mendukung usulan penetapan 7 September sebagai Hari Pembela HAM Nasional.

Namun, menurut dia, perlu digarisbawahi bahwa hal ini tidak akan berdampak pada penegakan hak asasi manusia jika tidak dibarengi dengan langkah-langkah konkrit untuk melindungi pekerjaan para pembelanya.

Read More

“Harus ada langkah lebih konkrit yang mampu menyelesaikan segala bentuk ancaman, kekerasan, dan pembunuhan terhadap para pembela HAM. Misalnya kasus Munir,” kata Wirya dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa (7/9/2021). .

Dia mengingatkan Munir dibunuh pada hari ini 17 tahun yang lalu. Tragedi pembunuhan dan jasa almarhum selama hidupnya harus selalu diingat.

“Menetapkan tanggal kematiannya sebagai Hari Pembela HAM Nasional merupakan salah satu cara agar hal yang sama tidak terulang kembali,” harap Wirya.

momentum

Wirya menjelaskan, Amnesty bersama Komite Aksi Solidaritas Munir (KASUM) mendesak Komnas HAM mengambil langkah penting memerangi impunitas bagi pelaku penyerangan pembela HAM dengan menetapkan pembunuhan Munir sebagai pelanggaran HAM berat.

“Penetapan kasus Munir sebagai pelanggaran HAM berat dapat menjadi momentum bagi terwujudnya perlindungan para pembela HAM. Hal ini penting mengingat kekerasan terhadap pembela HAM terus berlanjut,” ujarnya.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250