Alumni Ponpes Lamongan Membudidayakan Pisang Cavendish,Saat Pandemi COVID-19

  • Whatsapp
 Jihad Ekonomi. Semboyan ini diterapkan oleh alumni santri Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Tak hanya membudidayakan pisang Cavendish, Sholahuddin juga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat mitra tani di tengah pandemi COVID-19.
banner 300x250

Havana88 –   Jihad Ekonomi. Semboyan ini diterapkan oleh alumni santri Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan. Tak hanya membudidayakan pisang Cavendish, Sholahuddin juga mampu mendongkrak perekonomian masyarakat mitra tani di tengah pandemi COVID-19.

Alumni PP Sunan Drajat, Kecamatan Paciran ini baru 10 bulan menerapkan ide menanam pisang Cavendish di lahan seluas 192 hektar yang tersebar di beberapa lokasi. Di luar dugaan, pisang Cavendish miliknya masih belum mampu memenuhi permintaan konsumen.

Read More

“Panen pisang Cavendish masih kami jual untuk memenuhi pasar lokal di Jatim, karena belum bisa memenuhi permintaan yang besar di luar Jatim,” kata Sholahuddin di lahannya di Desa Bulubrangsi, Kecamatan Laren, Minggu (15/8). /2021).

Menurut Sholah, luas areal yang ditanami pisang Cavendish seluas 192 hektare. 58 hektar milik PT dan sisanya dengan sistem plasma untuk lebih memberdayakan petani dan menjadi mitra petani.

Sholah mengungkapkan, perhitungan produktivitas pisang yang ditanam berkisar antara 20-30 kg/pohon. Jika dibuat rata-rata 25 kg dengan harga rata-rata Rp. 4.500/kg, bisa menghasilkan Rp. 112.500/pohon.

“Populasi yang saya tanam per hektar bisa mencapai 2.200 pohon dan setiap hari kami hanya bisa mengirim 3 mobil pikap pisang,” ujarnya.

Alumni KH Abdul Ghofur ini mengatakan budidaya pisang Cavendish relatif mudah, namun pasarnya masih sangat terbuka. Budidaya pisang cavendish, kata Sholah, juga bisa menjadi solusi ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

“Apa yang kami rintis selama 10 bulan pertama ternyata luar biasa dan bersama-sama dengan petani lain akhirnya kami mendapat pemasukan ekonomi dan hasilnya luar biasa,” ujarnya.
Pasar pisang Cavendish masih buka, sehingga Sholah tidak tinggal diam. Ia mengajak petani lain untuk menjadi mitra dan petani plasma. Sholah optimistis target untuk bisa memenuhi permintaan pasar di luar Jawa Timur akan tercapai pada 2022. Ini karena minat petani menanam pisang dari Benua AS sangat tinggi.

“Saat ini kebutuhan lokal Jatim antara 12-15 ton/hari karena kapasitas produksi kita rata-rata 4 sampai 5 ton per hari. Jadi kita targetkan tahun 2022 bisa kita penuhi baik lokal, nasional bahkan untuk ekspor,” jelasnya. .

Sholah mengaku banyak permintaan dari luar Jawa Timur seperti dari Semarang, Yogyakarta, dan Solo. Namun hingga saat ini belum bisa dipenuhi. Permintaan, tambah Sholah, juga datang dari negara tetangga Malaysia. Tidak hanya target penanaman, Sholah juga mengatakan bahwa apa yang digagas memiliki jaminan pasar.

“Selama ini kami belum masuk ke produsen, tapi baru pasar tradisional dan baru sebagian kecil yang masuk ke pasar modern. Kami bersama plasma lain menargetkan menanam 1.000 hektar pisang pada 2023,” lanjutnya.

Tidak hanya petani saja yang tertarik dengan apa yang digagas oleh mahasiswa PP Sunan Drajat ini. Kapolsek Tuban AKBP Darman juga mengunjungi perkebunan pisang Sholah pada Sabtu (14/8/2021). Orang nomor satu di Polres Tuban itu datang untuk belajar membudidayakan pisang, yang akan ia coba budidayakan untuk masyarakat Tuban.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250