Akun Presiden Venezuela Telah Dibekukan Facebook Karna Dianggap Sebar Hoax

  • Whatsapp
Ilustrasi Facebook
banner 300x250

Havana88Facebook membekukan akun pribadi Presiden Venezuela Maduro karena dinilai telah melanggar aturan kebijakan terhadap penyebaran informasi hoax tentang Covid-19.

Seorang perwakilan Facebook mengatakan telah menghapus video yang mempromosikan Carvativir, obat buatan Venezuela yang diklaim dapat menyembuhkan virus SARS CoV-2.

Read More

Langkah ini diambil Facebook karena mengikuti pedoman dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) bahwa saat ini virus Corona belum ada obatnya.

Akibat pembekuan tersebut, Pemerintah Venezuela menuding Facebook melakukan ‘totalitarianisme digital’ karena telah membekukan halaman pribadi Presiden Nicolas Maduro selama 30 hari, Minggu (28/3).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Informasi Venezuela mengatakan Facebook sedang mengejar konten yang diarahkan untuk memerangi pandemi Covid-19 dan menggambarkan Carvativir sebagai retroviral dari ‘produksi dan rekayasa nasional’.

“Kami melihat totaliterisme digital dilakukan oleh perusahaan internasional yang ingin memaksakan hukum mereka di negara lain di dunia,” kata perwakilan kementerian tersebut seperti dikutip oleh Reuters.

Namun, Facebook enggan mengomentari tudingan tersebut.

Dokter Venezuela telah memperingatkan bahwa keefektifan Carvativir terhadap virus corona belum diketahui. Obatnya berasal dari thyme, yaitu ramuan kuno yang telah digunakan selama berabad-abad dalam pengobatan tradisional.

Presiden Maduro, yang dicap sebagai diktator oleh beberapa negara lain, men-tweet di akun Twitter pribadinya pada Minggu (28/3). Ia akan menyiarkan informasi virus korona hariannya di akun Facebook istrinya, Silia Flores.

Negara ini telah mengalami lonjakan kasus infeksi baru-baru ini. Venezuela telah melaporkan setidaknya 155.600 kasus COVID-19 dan lebih dari 1.500 kematian sejak pandemi dimulai.

Meskipun terjadi peningkatan kasus, Aljazeera mengutip pemerintah daerah yang tidak menerima vaksin AstraZeneca yang dikirim oleh WHO ke negara-negara berpenghasilan rendah, dengan alasan kekhawatiran akan efek samping.

Namun Venezuela sejauh ini telah menyetujui penggunaan vaksin yang dikembangkan oleh Rusia dan China.

banner 300x250

Related posts

banner 300x250