Aktivis Antimasker Banyuwangi Yang Serang Hakim Tak Pakai Masker Selama Sidang

  • Whatsapp
Aktivis antimasker Banyuwangi, M Yunus Wahyudi, kembali menggebrak. Dalam sidang putusan perkara pidana yang menimpanya, Yunus menyerang majelis hakim.
banner 300x250

Havana88 –   Aktivis antimasker Banyuwangi, M Yunus Wahyudi, kembali menggebrak. Dalam sidang putusan perkara pidana yang menimpanya, Yunus menyerang majelis hakim. Penyerangan dilakukan setelah ketua majelis hakim Khamozaru Waruwu membacakan vonis 3 tahun penjara bagi aktivis antimasker untuk kasus Karantina Kesehatan dan UU ITE.

Selama persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi, Yunus tampak tidak mengenakan masker. Sesekali dia tersenyum dan kemudian duduk dengan tenang saat hakim membacakan putusannya.

Read More

Bahkan saat sidang online yang digelar Senin (22/3/2021). Yunus tidak memakai masker selama persidangan. Bahkan pria yang terlibat kasus hoaks atau hoaks bahwa tidak ada COVID-19 di Banyuwangi, Muhammad Yunus Wahyudi pun marah. Ia memarahi hakim karena sidang online merugikan dirinya.

Yunus marah karena suaranya tidak terdengar jelas di ruang sidang Garuda. Sidang online juga membuatnya tidak bisa mendengarkan sidang dengan baik sehingga dianggap merugikan dirinya.

“Ini merugikan saya. Kami sudah minta sidang secara langsung, karena sidang online ini tidak berjalan maksimal dan merugikan saya,” teriak Yunus yang sedang menjalani sidang di Polres Giri.

Majelis Hakim yang melihat perilaku Yunus dan pendukungnya, menilai terdakwa tidak menghormati persidangan yang digelar. Khamazaro meminta Yunus dan pendukungnya untuk diam. Khamazaro menilai terdakwa tidak menghargai proses persidangan dan menghargai dirinya sebagai hakim.

“Diam semuanya, kalian (Yunus) tidak menghormatiku,” bentak Khamazaro Waruwu.

Dan hari ini tidak ada yang tahu rencana Yunus untuk melakukan tindakan nekat menyerang majelis hakim. Tiba-tiba Yunus berjalan mendekat dan melompat ke atas meja memukul ketua majelis hakim. Sambil berteriak, Yunus berusaha memukul ketua majelis hakim yang baru saja membacakan vonis.

“Woooooyy,” teriak Yunus sambil melompat ke meja juri.

Yunus pun langsung diamankan beberapa polisi yang berjaga dan dikawal keluar dengan pengawalan ketat. Yunus dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 dan 2 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 45 huruf a Jo Pasal 28 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kesehatan. Karantina

banner 300x250

Related posts

banner 300x250